Muhammad Teladanku

Muhammad  Teladanku

Jumat, 02 Januari 2009

mengenang

Hobiku yang satu ini memang udah bakat kali ya...
yaitu mengamati orang....
Hampir tak pernah bosan saya mengamati dan memahami perilaku orang per orang.....
Saya senang dengan cerita-cerita alias pengalaman-pengalaman yang diceritakan oleh orang yang bersangkutan...
Karena dari pengalaman itu , saya bisa mengambil banyak ide, masukan, latar belakang dll yang bisa saya ambil segi positif-positifnya...
***
mungkin saja bermula dari kecil , saya sering mendengar cerita dan pengalaman my mom ...
entah cerita tentang masa kecilnya, tentang cerita nenek kakek ketika dulu, pengalaman remajanya, pengalaman ketika menikah dengan my father (almarhum) dan lain - lain...
***
Nah apalagi ketika berhadapan dengan alat dunia maya ini....
Herannya saya ga pernah bosen untuk mencari teman-teman lama untuk mendapatkan khabar - khabar mereka sekarang ini...
Saya cukup senang melihat profil mereka sekarang...kadang saya inget-inget lagi waktu dulunya gimana.....:)
DAn beruntungnya saya sering menemukan teman-teman lama yang ingin ditemukan...
***
Saya ingat waktu kelas 1 SD cawu 3, pindah dari jakarta ke semarang.....
hampir 7 tahun saya di kota semarang , kemudian kelas 2 SMP balik lagi ke Jakarta, saya inget punya temen SD di jakarta yang wajahnya kaya bule-bule gitulah.....
DAn alhasil ketika balik lagi ke jakarta di kelas 2 SMP, saya akhirnya ketemu lagi dengannya..Lina Marlina yang akhirnya teman sekelas....dan kami pun ber-reuni ttg masa lalu

Kemudian setelah lama di jakarta ini , saya ingat lagi punya temen ketika 5 SD, Novita...
Dan pencarian itu saya mulai ketika sekitar kuliah tinggat akhir...dan akhirnya ketemu....mahasiswa FISIP UI,sekarang sedang S2 , bekerja sebagai dosen di universitas swasta

Dan sekarang saya inget-inget lagi punya temen di SMP Semarang...Esti ...dan...ketemu juga di blog pribadinya....mmh berhasil....
***
Dibalik itu saya hanya sangat menikmati pencarian demi pencarian itu....dan ketika menemukan apa yang dicari, terus melihat-mendengar khabarnya.....cukup membuat saya bahagia

Kamis, 01 Januari 2009

kenangan

Ada perasaan sedih ketika harus melepas kepergian "adik-adikku"
Aku berpikir dan berharap mereka mendapatkan seorang 'guru' yang lebih baik dariku. Kadang aku sangat merasa kehilangan tentang canda, curhat, dan sikap-sikap mereka. Karena dari sikap yang mereka tunjukkan, dari perhatian yang mereka berikan, dari pelajaran-pelajaran hidup yang pernah mereka ceritakan...itu semua menambah khasanah pengetahuanku...

Aku juga semakin menyadari mereka sudah semakin dewasa dengan pemikiran-pemikiran mereka.Selain itu mereka juga membutuhkan pengalaman , pengetahuan yang lebih yang mungkin belum bisa kuberikan. Aku kadang merasa bersalah karena belum bisa memberikan hal yang lebih yang mungkin mereka sedang butuhkan ......

Kupikir lagi bila kupertahankan, perasaan bersalahku semakin menggema...entah kenapa...
Walau jika kuingat...aku juga sedih harus kehilangan pertemuan-pertemuan dengan mereka......
Namun ku bersyukur kepada Allah diberi kesempatan telah bertemu dengan pribadi-pribadi mereka...

Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan dan, hidayah dan keistiqomahan untuk kita semua dan kita diberi karunia mendapatkan ridho Allah SWT

wallau a'alam

Al Qaradhawi: Dunia Arab Bertanggung Jawab atas Bumi Hangus Gaza


Al Qaradhawi: Dunia Arab Bertanggung Jawab atas Bumi Hangus Gaza

Oleh: Tim dakwatuna.com
Kirim
Yusuf Qardhawi

Yusuf Qardhawi

dakwatuna.com - Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional menegaskan: “Apa yang terjadi di Gaza sekarang ini menuntut setiap umat manusia tak terkecuali, baik warga negaranya atau pemerintahnya untuk membela hak-hak bangsa Palestina di Gaza yang sedang mengalami pembunuhan secara massif dan massal.”

Beliau menambahkan:

“Zionis Israel tidak merasa cukup dengan memblokade Gaza saja, bahkan mereka melancarkan serangan yang membabi buta terhadap rakyat yang sedang memperjuangkan bumi dan kehormatannya.”

Beliau juga menyindir dengan bungkamnya Dunia Arab dan negara-negara dunia.

Beliau menyatakan bahwa negara-negara Arab bertanggungjawab atas apa yang sekarang terjadi di Gaza, karena mereka bungkam tidak bereaksi, padahal mereka bisa untuk itu. Beliau mempertanyakan:

“Mana suara lantang kita yang bisa menghengkangkan penjajah Israel?!”

Beliau juga tidak bisa menerika diamnya universitas di dunia Arab dan lembaga muktamar Islam. Beliau menuntut kepada mereka agar berdiri tegar bersama melawan penghancuran bangsa Palestina.

Beliau menghimbau negara Mesir, Arab Saudi dan negara-negara Teluk untuk tegas berani melawan kedzaliman dan membela bersama orang-orang yang terdzalimi. (it/ut)