Muhammad Teladanku

Muhammad  Teladanku
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010



Setahun lalu ,saya membeli buku Muhammad Faudzil Adhim yang berjudul "Positif Parenting" di sebuah toko buku di bilangan jakarta timur. Memang menjadi kebiasaan saya ketika pergi ke toko buku, ketika menemukan buku yang memang saya butuhkan dan "nati akan saya butuhkan" selalu saya beli, walaupun dengan uang yang minim di kantong. Sehingga saya hanya berpikir , yang penting masih ada sisa untuk ongkos.....

Buku tersebut pun saya baca kurang lebih 1 hari. Memang sejak mengenal dunia menulis blog di dunia maya, saya semakin menemukan informasi2 yang memang saya butuhkan dan menginspirasikan saya untuk menulis. Karena memang sudah lama setelah menikah saya jarang dan enggan untuk browsing dll.

Singkat cerita, buku karangan bapak Faudzil Adhim ini begitu banyak membuka jaringan2 otak saya sehingga membentuk cabang2 yang membuat khasanah berpikir saya terbentang luas tak terhingga...Subhanallah..( bukan lebay loh...:)). Walaupun sebelumnya memang saya sangat tertarik untuk dunia beli membeli buku2, saking merasa semua buku harus saya miliki. walaupun dari buku2 yang sudah saya beli tersebut hanya 30 % yang saya baca serius.Sisanya saya pakai ketika ada sesuatu yang saya cari dalam buku tersebut sehingga tak repot2 pergi ke perpustakaan.

Kembali dengan cerita membaca buku 'positif parenting'nya Faudzil Adhim, bahwa memang benar2 buku ini menginspirasi saya untuk melakukan banyak hal dalam hal sebagai seorang muslimah yang menjadi ibu bagi anak2nya dan istri bagi suaminya. Saya bersyukur kepada Allah telah memberikan jalan kepada saya dalam menemukan peluang2 yang luar biasa. Dengan tidak mengurangi rasa hormat pun, saya mengucapkan jazakallah kepada pak Faudzil Adhim, semoga allah memberikan barokah dan balasan kebaikan untuk bapak dan keluarga.....amin

Antara lain :
1. Menjadi orang tua yang memiliki kesadaran lebih dalam hal amanah yang Allah berikan berupa anak2 ....
2. Memiliki kesadaran dalam hal bersikap terhadap anak2 yang dimilki, dan yakin akan ketentuan Allah akan berapapun jumlah anak dengan memiliki perasaan ikhlas tanpa beban sedikitpun
3. Menyadari bahwa sebagai orang tua , adalah pelaku pertama dalam hal investasi, karena orang tua sebagai penanam modal sebuah peradaban manusia. Sehingga dalam menanam modal pun harus memiliki tauladan untuk anak2. Khusus untuk saya sebenarnya tentang televisi. Dalam buku ini jelas sekali tentang pengalaman beliau tentang mendidik anak tanpa televisi. Dan beliau memberikan gizi yang sangat banyak untuk investasi buku-buku untuk anak2nya....
( Dan point inilah yang membuat pikiran saya terbuka lebar tentang arti investasi nilai / moral bagi anak-anak melalui buku2 bacaan yang bergizi ). Dan sekarang pun saya semakin yakin bahwa memang sedari dini anak-anak kita harus selalu diberi 'makanan otak' yang bergizi dalam bentuk buku-buku..... Hal ini pun yang membuat saya mencari tahu ttg 'buku2 yang bergizi" , dan akhirnya saya sampai pada titik keputusan yang saya sendiri dulu heran jika teman saya membeli buku paket sampai dengan angka "jutaan rupiah".Dan hal itu terjadi juga dengan diri saya, ketika mendapati perbincangan dengan seorang teman, yang memiliki buku ttg Rosululah yang membuat anak2nya tertarik untuk mendengar dan membacanya. Dan saya pun langsung merespon dan menanyakan dimana mendapatkan buku2 tsb dan meminta untuk mendatangkan orang untuk memperlihatkan buku tersebut kepada saya. Yang akhirnya saya membeli buku paket tersebut dengan paket2 tambahan lain seharga 5 juta keaatas. Wah saya sendiri seolah tak percaya , namun keinginan saya untuk berubah dalam hal pengasuhan dan investasi pemikiran, nilai dan moral anak yang membuat pikiran saya tentang manfaat buku2 tersebut untuk jangka yang panjang. Sehingga saya segera untuk bersikap dan berubah pola pikir. Sehingga saya berusaha mengejar ktinggalan2 saya dalam hal bacaan buku untuk anak. Memang sejak menikah dan memiliki anak pertama saya sering membeli buku anak2. namun kadang karena bahan kertasnya mudah robek, koleksi buku tersebut pun tak cukup awet. Namun setelah sekarang saya tahu manfaatnya dalam hal membeli buku paket yang terbuat dari bahan yang tak mudah robek, anak2 pun menjadi tahu cara membuka bukunya dan tidak mudah merobek bagian2 lembarnya.
4. Setelah membaca buku ini , wawasan saya tentang dunia parenting terbuka lebar, dengan bergabung dengan dunia buku, bertemu orang2 hebat dalam hal pengalaman2 meraka tentang pengasuhan anak2, mindset yang semakin positif dll.
5. Buku ini juga memberikan referensi tentang buku2 yang perlu dibaca untuk perluasan wawasan.
6. Dan dengan membaca buku ini dalam satu hari kurang lebih tidak sampai 2 jam, membuat saya semakin percaya diri untuk dapat membaca cepat dengan tanpa ada rasa bosan terhadap isinya. Justru dengan kalimat2 yang mengalir dalam tulisan beliau semakin membuat saya untuk terus membacanya lembar demi lembar buku ini hingga selesai.

Mudah2an memberikan inspirasi.....
Wallahu 'alam bishowab

Selasa, 27 Oktober 2009

Mulai dari diri sendiri............

Seorang ibu tua yang bijak yang memiliki 6 putra putri yang berhasil menngisahkan tentang pengalaman mendidik anak2nya . Beliau mengatakan..."ketika saya mengandung anak pertama saya , saya menyiapkan diri saya dulu untuk menjadi pribadi yang baik dan saya inginkan untuk anak saya. Begitu pula dengan anak-anak yang selanjutnya...sehingga saya memperbarui kepribadian dan akhlak baik saya terus menerus...."

Mmh untuk membangun sebuah peradaban memang harus diawali dari diri sendiri dulu, beruntung orang tua - orang tua terutama ibu-ibu.....

Diberi kesempatan untuk beramal sebesar-besarnya untuk membagun peradaban-peradaban itu.......,karena proyek peradaban tersebut bukanlah proyek sembarang proyek. Bukan proyek yang asal- asalan, tapi proyek yang luar biasa....

Untuk mendapatkan hasil yang luar biasa pun, harus memiliki konsep yang menyeluruh , matang, terorganisir dan bukan untuk kepuasan pribadi sebagai tempat kebanggaan belaka......

Demikian pula dalam hal mendidik anak, kadang kita lupa bahwa anak adalah titipan yang harus kita jaga. kita bantu, kita giring untuk mencapai fitrahnya....Mengenal Allah dan RosulNya, Mengenal dan memahami DienNya

kadang kita lupa bahwa anak adalah titipan, sehingga tak jarang kita berharap untuk sekedar menyenangkan hati kita, menjadikannya barang kebanggaan, menjadikannya barang pertunjukan...

kadang pula kita lupa bahwa anak adalah titipan, sehingga pernah terbersit dalam hati kita untuk menuntut banyak hal dari dalam dirinya, sehingga kita sering kecewa ......

Padahal tanpa kita sadari bahwa dari merekalah kita tahu tentang cerminan diri kita sesungguhnya......

Kira-kira 13 tahun lalu, dosen saya menceritakan tentang kliennya yang mengeluhkan tentang anak-anak remajanya. "Bagaimana pak dengan anak saya, sekarang ini dia sulit diatur, selalu melawan dan tak dekat dengan saya ", kemudian dosen saya menjawab," Apa yang sudah ibu lakukan terhadap anak ibu pada masa kecilnya, bagaimana ibu bersikap kepadanya dulu?"

Yah memang perlu banyak perangkat dan alat-alat yang bukan sekedarnya dalam mendidik anak-anak. Ilmu dan paradigma berpikir pun harus terus di upgrade.......

Pemahaman tentang memenuhi kebutuhan dan perkembangan anak-anak perlu dari segala aspek....kognitif, fisik, psikomotorik dll.

Yang terpenting adalah mind set orang tua dalam mendidik dan membentuk anak-anak.....

Misalnya ada orang tua yang memenuhi kebutuhan anaknya dengan melihat apa yang anak-anak inginkan dan anak-anak sukai dengan kurang usaha untuk memberikannya yang terbaik.Dan parahnya pilihan terbaik itu berdasarkan sumber2 yang kebanyakan orang, kebanyakan ada , yang pada umumnya dll. Bukan pada sumber yang seharusnya, yang sudah jelas, dll.

Contoh lain, orang tua kebanyakan memnuhi kebuhan fisik anak secara berlebihan, namun untuk kognitif dan afektif kurang disentuh.Misal memenuhi rumahnya dengan buku -buku bacaan2 yang penuh dengan pesan moral dll, . Padahal dengan buku maka hubungan dialogis dengan anak akan terbangun, karena si ibu dan ayah membacakan cerita. Maka dari peristiwa itu dapat timbul sebuah dialog dan hubungan batin yang luar biasa kepada anak. Berarti aspek afektifnya terpenuhi sehingga merangsang daya kognitifnya untuk memilki keingin tahuan dll. Yang terpenting bukan memaksa anak untuk biar baca sendiri, ato tunggu anak bisa baca dulu baru dibelikan buku-buku bacaan.....

Dan itu dimulai dari mind set or cara berpikir kita......

-----
Harapan dan kesempatan itu masih panjang

Perubahan itu harus terus dijelang

Perlu tekad kuat sebagai pejuang

Untuk mendapat ridho Allah yang luas membentang

Sabtu, 29 November 2008

Each of the 12 chapters in the book are based on the popular poem below, by Diana Loomans & Julia Godoy:

WHAT ALL CHILDREN WANT

THEIR PARENTS TO KNOW 

 

Teach me to love and care for myself
Through your own positive example.
I'll learn from all of your actions, 
And grow to have good self-care.

 

Notice me often,
Taking joy in my very existence.
I'll grow up knowing I'm special,
And help others to feel the same.

 

Listen to me with empathy,
Have an open and loving heart.
I'll know I'm seen and heard,
And grow to be a good listener.

 

Acknowledge me often,
And tell me what you appreciate.
I'll know that I am worthy,
And learn to acknowledge others.

 

Laugh and have fun with me often,
Be affectionate every day.
I'll play and enjoy my life,
And bring more joy to others.

 

Teach me to be disciplined,
And correct me with kindness.
I'll lead a life of dignity,
With the pride of self-respect.

 

Allow room for me to grow,
To make mistakes & have opinions.
I'll learn to be independent,
And trust in my own judgment.

 

Stay interested in learning,
And following your dreams.
I'll pick up your enthusiasm,
And be inspired to do the same.

 

Be honest and authentic,
And live your highest values.
I'll learn from your experiences,
And grow to have integrity.

 

Teach me to be of service,
And honor the differences in others.
I'll learn generosity of spirit,
And embrace all walks of life.

 

Focus on what's going right,
Have faith in troubled times.
I'll learn to be optimistic,
With gratitude for each new day.

 

Love me without condition,
Throughout my ups and downs.
I'll know that I am cherished,
And bring more love to the world.

Dari Lingkungan Hidupnya anak-anak belajar

Jika anak banyak dicela, 
ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, 
ia akan terbiasa menentang
Jika anak dihantui ketakutan, 
ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani, 
ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak dikelilingi olok-olok, 
ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak dikitari rasa iri, 
ia akan terbiasa merasa bersalah
Jika anak serba dimengerti, 
ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, 
ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji, 
ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya, 
ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, 
ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri
Jika anak mendapatkan perngakuan dari kiri kanan, 
ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya
Jika anak diperlakukan dengan jujur, 
ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, 
ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak mengenyam rasa aman, 
ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya
Jika anak dikerumuni keramahan, 
ia akan terbiasa berpendirian: “Sungguh indah dunia ini!”
…Bagaimanakah anak anda?

 (Dorothy Low Nolte,
Children Learn What They Live With)