Muhammad Teladanku

Muhammad  Teladanku

Minggu, 04 April 2010

Hari ini sasa ingin menangis, menangis dengan sejadi - jadinya. Sasa ingin menncurahkan segla asa yang ada dalam dirinya. Entah apa yang dipikirkan sasa , yang utama baginya adalah menangis dengan mencurahkan segala air mata yang ada di kelopak matanya. Sasa ingin mengeluarkan semua yang menjadi beban pikirannya. Dalam hatinya berkata dan mulutnya pun tak mampu mengucapkan kata. Hanya air mata lah yang menjadi kalimatnya . Untaian kalimatnya pun mengalir begitu deras dengan jernihnya. Sehingga sasa merasa nyaman olehnya.
====
Sebut saja sasa, bukan ajinomoto seperti nama sebuah penyedap masakan. Sasa lahir sebagai anak satu-satunya dalam keluarga R. Wiryo Pranoto. Dalam diri sasa mengalir darah biru, sebutan orang-orang kebanyakan. Sehingga layaknya bak putri raja yang selalu mendapatkan pengawasan ketat dari keluarganya. Sasa adalah anak yang berbakat, karena kesenangannya terhadap kepedulian sosialnya. Sasa juga memiliki orang tua yang peduli sebenarnya, namun entah kenapa sasa tumbuh menjadi anak yang merasa tidak mampu untuk mengungkan sebuah kata demi kata. Apalagi kalimat yang merupakan kebutuhan untuk dirinya sendiri. " Harusnya kamu jangan begitu sa , omonganmu itu jelek, ibu ndak suka, apalagi bu Suryo. Ibu melihat bu Suryo tidak suka dengan kata-katamu itu". Sejenak sasa mengingat peristiwa 10 tahun lalu, ketika dia sedikit mengoreksi sikap Haryo yang mengejek Nani yang memiliki kulit hitam. Padahal sebuah kewajaran karena Nani memang berayah seorang negro....


mmmh apalgi ya.....istirahat dulu ah